April 2016

Lagi, 3 Orang Tertangkap Basah Sedang Menadah Hujan.

Pos Kotak, Jakarta 2016
Polksar (Polisi Keamanan Air) kembali menciduk 3 warga Desa Babakan karena diduga telah membangun tempat penampungan air hujan. Dalam sepekan, telah terjadi 4 kali kasus serupa di daerah yang hampir berdekatan ……………
==================

Tidak. Sobar tidak sudi melanjutkan membaca berita surat kabar ini. Acapkali tersentuh berita macam itu, hatinya selalu teriris, terngiang peristiwa malam itu. Malam di saat ia terakhir mendengar suara bapaknya.

Wajah orang-orang yang semakin asing dalam gelap. Membentak, menggeledah. Mengancam dengan senjata. Suara orang berlari. Menjauh. Rumput alang tersibak. Cepat. Orang-orang menghardik. Susun-menyusun. Saling menegaskan. “Kejar”, “Lari dari pintu belakang”. Sobar mencoba melawan. Seorang memiting kedua tangannya dengan kuat. “Bapak lu maling air!”, serunya kencang tepat di mulut telinga. Dan tiba-tiba letupan senjata terdengar di kejauhan. Tiga kali. Lalu rintihan itu. Panjang hingga senyap.

==================

Kini, matahari tengah mencapai puncak amarahnya. Terik yang menggila. Bahkan aspal jalan raya ini serasa menguap, kurang bebal disiksa matahari. Sedang surat kabar yang harus ia jajakan masih bersisa cukup banyak. Sobar tak lagi bertenaga. Lemas oleh berita, oleh ingatan-ingatannya, oleh siksa panas ibukota.

Sobar menepi, bersembunyi di balik pohon rindang. Tangannya gemetar mengeluarkan sebuah botol plastik dari tas penuh berisi surat kabar. Tak berbasah, kering sekering lidahnya. Ia mendesah, menatap langit, mengusir bau pesing yang kini rasanya getir di kerongkongan. Nafasnya terengah-engah, mengiringi kucuran air kuning pucat yang tertampung dalam botol plastik. Sobar amat haus.

==============================================

Memperingati Hari Bumi, 22 April.

catatan :
Di Bolivia, para petani harus membeli lisensi untuk menadah air hujan setelah perusahaan transnasional AS bernama Bectel memegang hak tunggal privatisasi air di sana. Sumber : Herry Priyono “Marginalisasi ala Neoliberal” dalam Basis No. 06 – 06, Tahun ke-53 Mei – Juni 2004.

tentang privatisasi air di Indonesia :
Privatisasi Air dan Kepentingannya
Kampanye Menolak Privatisasi Air - Walhi



6 Comments »

  1. Comment by merahitam

    Mas, kok menyedihkan bener toh? Jadi pengen baca tulisan tentang itu. Mudah-mudahan bisa nemu arsipnya…

  2. Comment by biyan

    Air hujan aja dimonopoli? Kebangeteeeeeeeen…

  3. Comment by Mbilung

    Bajigur tengik !!! Kok ada ya yang berani ngasih hak monopoli berkah Gusti Allah.
    Oh iya … salam kenal.

  4. Comment by rani

    bener deh ak gak mudeng bacaannya

    tobat deh sebaiknya dia itu, mumpung lon telat

  5. Comment by JowoTulen

    waduh aer hujan gitu loh…
    sampe segitunya..

  6. Comment by donkopings

    tahun 2012 semua berubah kalau ada sedikitnya sebelas orang saja yang mengikuti kata-kata saya.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

If you want to leave a feedback to this post or to some other user´s comment, simply fill out the form below.

(required)

(required)