Orang Pintar

Seorang famili baru saja kehilangan mobil. Berarti dalam waktu 5 tahun belakangan ini, sudah dua unit hilang nggak berbekas. Maklum, usaha rent a car yg digelutinya memang menyerempet resiko macam itu. Dengar-dengar Trac (Toyota Rent a Car milik Astra Group) memiliki rasio kehilangan 1 tiap bulan!!

Ia lemas. Sempat sulit makan. Dan kini lebih banyak berdiam diri, agak sulit diajak berdiskusi.

Yang hebat adalah orang-orang disekelilingnya : teman dekat, famili, bahkan hingga karyawan, semuanya bergerak mencari solusi. Mulai dari “orang dalem” (kepolisian) hingga “orang pintar” digunakan untuk mencari keberadaan mobil dan si penipu itu.

Mungkin ada sekitar 10 orang pintar yang digunakan kepintarannya untuk meneropong kemana larinya mobil itu. Salah seorang temannya yang bekerja sebagai dosen menghubungi orang pintar di gunung X, seorang lain yang insinyur muda minta tolong tetangganya yang juga orang pintar, malah ada yang bela-belain ke Situbondo untuk menemui orang yang katanya sangat-sangat pintar.

Lucunya, semuanya membawa pulang informasi dengan versi yang berbeda-beda.

“Mobil menuju utara, cuma si pencuri sedang bingung karena belum menemukan penadah. Katanya mbah anu itu, ia sedang membikin pusing si pencuri, sehingga nggak bisa lari kemana-mana”

“Si Pencuri belum jauh. Masih di sekitar lokasi kehilangan. Ia sedang menunggu jalur ke arah Malang (berarti ke selatan) agak aman ”

Family saya itu cuma bisa mengangguk-angguk. Saya tahu otaknya mumet dihujani berbagai informasi yang simpang siur. Tapi bisa jadi ia memang ingin juga mencoba jasa si orang pintar, ketika hampir-hampir ia sendiri tidak bisa menemukan solusi. Mungkin memang begitu cara orang berpikir. Ketika jalan keluar telah menjadi semakin absurd, ya cara pemecahannya juga harus lewat jalur yang absurd.

“Tapi, terus kita mau ikutin yang mana ? Kalau semuanya diturutin khan makan biaya makin besar?”, bagus juga pikiran istrinya. Kalkulatif !

Dan suaminya seperti biasa, diam.

Bodohnya, malah saya yang angkat bicara saat itu.

“Ya dicari saja yang dulu waktu sekolah begituan (=sekolah orang pinter maksud saya), rangkingnya paling tinggi!!”



14 Comments »

  1. Comment by Hedi

    “orang pintar” = orang yg pinter boongin orang dan memanfaatkan yg kepintarannya ada di bawah mereka…hahaha

  2. Comment by sephia-nya Johan

    sekarang belon tentu yang ranking 1 yang paling pinter Jo… yang paling penting cari orang pinter yang lulus UN :))

  3. Comment by Eep

    walah…? bener cari yang ranking-1 & lulus UN..
    wakakakaka

    tapi kalau belum lama sebetulnya dengan teknik medan magnet bisa saja dicari kemana itu hilangnya mobil, hehehe

    http://eepinside.com/?p=172

  4. Comment by a9u553t

    halah… orang pinter yg gituan mah bohong! mereka ngomong berdasarkan imajinasi, cocoknya jadi penulis novel kacangan.

  5. Comment by yoyok

    Asuransi..asuransi..siapa mau beli…

    haiyah malah tambah bikin ruwet

  6. Comment by dewi

    Emang orang pinter ada yg sekolah? hehe… Kirain orang bego doang yg sekolah. :)

  7. Comment by benisuryadi

    wah mending famili nya suruh nanya ke saya aja mas,
    gini gini saya pensiunan orang pintar
    waktu sd juara satu terus
    =)

  8. Comment by Mbilung

    Mas … itu para “orang pinternya” bener semua itu jawabannya … malingnya nggak cuma satu orang … huehehehehe.

  9. Comment by andi

    he he he “Orang Pinter” klo mo cari saya beri contoh Habibie :D
    TOP dah .. tapi artikel ini mirip punya temen ..
    http://ngelak.blogspot.com/2006/06/antara-sakit-jiwa-dan-kesurupan.html

  10. Comment by vendy

    setiap hal ada resikonya koq…

  11. Comment by iks

    coba tanya orang pinter yang sering masuk tivi ajah !

  12. Comment by merahitam

    Hihihihihi…Jadi inget waktu tinggal di Lampung, yang iklim mistisnya masih kental, tetangga dan saudara seneng banget ke orang pintar. Mau dapet nomor SDSB, mau anaknya pinter, mau nyari barang yang hilang, ya pokoknya ke orang pintar. Waktu kelas 5 SD, sempet diajak saudara mengunjungi salah satu rumah orang pintar. Waktu itu ngebayanginnya, wah rumah si orang pintar pasti gede dan megah. Wong dia bisa ngasih tahu nomer SDSB yang bakal keluar ke orang-orang. Berarti harusnya dia bisa ngeliat sendiri dan masang sendiri. lah kalau menang kan duitnya banyak banget. Dan betapa kecewanya, waktu sampai ke rumahnya ternyata rumahnya reyot. Langsung mikir, pasti mbahnya tukang bohong…Wong masih lebih kaya tetanggaku yang bukan orang pintar itu…hihihihi…

  13. Comment by vbtumg

    http://20six.co.uk/ritas/

  14. Comment by rcsrom

    http://clearblogs.com/rita/24759/
    http://clearblogs.com/rita/24764/
    http://clearblogs.com/rita/24771/
    http://clearblogs.com/rita/24775/

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

If you want to leave a feedback to this post or to some other user´s comment, simply fill out the form below.

(required)

(required)