Tirakat Jumat Legi di Poh Sarang
Sudah 2 kali saya mengikuti tirakatan malam Jumat Legi di Gua Maria Lourdes Poh Sarang, Kediri. Katanya : jika Anda mengikuti tirakatan ini 9 kali berturut-turut dan terus menerus memohon hal yang sama, kelak permohonan Anda akan menjadi kenyataan!!
Daya magnet kegiatan devosi macam ini di kalangan Gereja Katolik memang hebat. Pusarang berubah menjadi lautan mobil tiap malam Kamis Legi. Datang terlambat? Sulit markir deh! Padahal, tirakatan ini baru dimulai pukul 00.00 dan baru selesai pukul 03.00. Bayangkan! Banyak orang dari penjuru Jawa Timur (bahkan dari Jakarta juga ada loh) yang paginya masih harus kerja, bela-belain bertikaran di alam terbuka untuk berdevosi kepada Bunda Maria.
Ada salah satu bagian dalam tirakatan itu dimana kita membakar ujud-ujud doa - yang telah kita tulis di secarik kertas - pada sebuah nyala api di depan altar. Di saat bersamaan seorang petugas di Altar membacakan sejumlah (ratusan mungkin) ujud-ujud doa khusus (saya katakan khusus karena untuk dibacakan di altar seseorang pemohon perlu secara sukarela menyisihkan uang). Jadi yang dibacakan itu taruhlah macam iklan bayar dan yang dibakar adalah iklan gratis
Saya bosan. Pembacaan ratusan permohonan itu amat membosankan. Walau satu dua ada juga permohonan yang lucu. Ada yang minta diberi Game PS, ada yang minta jodoh, ada yg minta mobil baru, bebas hutang, permohonan kredit cair hingga minta jalan-jalan ke luar negeri.
Akhirnya mata saya jelalatan melihat aktivitas para pemohon (istilahnya peziarah). Banyak yang tidur beralas tikar. Beberapa nyambi roko’an di tepi areal doa. Ada yang buka bekal kopi dan roti. Yang paling asyik adalah orang (pasangan cowok-cewek) di belakang saya. Yang cowok tidur di paha ceweknya dengan muka terbenam di dada sang cewek. Empuk mungkin.
Saat yang sama di Surga
Malaikat sibuk mencatat permohonan-permohonan tersebut. Ada ratusan petugas malaikat yang melakukan pencatatan. Maklum, yang tirakatan ternyata bukan hanya di Pusarang, tapi juga di Sendangsono, Gua Maria Kuningan, Gua Maria Sri Ningsing dsb. Sebagian Malaikat mencatat jumlah kehadiran para peziarah. Ada yang sudah genap 9 kali, ada yang baru kali ini, dan ada juga yang hadirnya bolong-bolong. Printer Epson dot matrix bersaut-sautan membisingi kesenyapan Surga. Hasil print ini yang akan dievaluasi Tuhan untuk dipilah-pilah mana yang layak untuk dikabulkan. Ah ya, Surga malam itu super sibuk!
Malaikat Kepala Pencatat Permohonan kemudian melaporkan seluruh rekapan permohonan pada Tuhan. Tapi ah …. Tuhan tidur. Lelap tak tergubris bunyi baretan mesin printer.
“Tuhan, ini seluruh berkas permohonan”, seru si malaikat. “Kami menunggu perintah untuk mengabulkan permohonan mereka jika Tuhan sudah meng-acc nya”
“Saya ngantuk”, saut Tuhan. “Toh mereka juga tertidur ketika memohon kepada Saya”
“Lalu, lalu yang ini Tuhan! Mas Johan itu nggak tidur loh waktu meminta permohonan, dikabulkan nggak?”
“Jangan! Dia memang nggak tidur, tapi tetap saja nggak serius. Toh matanya cuma sibuk jelalatan!!”


Comment by Hedi
Seremonial…
gimana puasanya Jo?
Comment by Yenny
Joooooooo, gw kangen!!!!!!
Comment by satan
Kata siapa? Kalo emg bakal dikabulin,neraka gk bkl da yg menghuni!!!
Comment by johan
3 : Anda rasanya sudah mendaftarkan diri hehehehe