Cebok

Mira memeluk ibunya yang sudah berusia senja. Kangen yang menumpuk. Maklum semenjak Mira melahirkan Sari, mereka tidak pernah bersua. Jarak Surabaya dan Jakarta memang teramat jauh. Butuh waktu dan biaya, untuk sekedar berkunjung.

Mereka berdua lalu bicara-bicara tentang Sari, tentang TK-nya, tentang kecerdasan Sari. Sementara mereka masih terjerat oleh rindu, hingga tangan kiri Mira tak pernah lepas mendekap tangan ibunya. Seumpama sepasang kekasih yang sedang bermesraan.

Sangking rindunya, mata si Ibu basah oleh air mata. Perempuan tua itu mungkin pula haru melihat keceriaan Sari yang telah berumur 4 tahun.

De, tolong ambilkan tissue buat Mbah putri”, Mira menyuruh Sari dengan lembut.

Setarikan tissue dari atas meja diambil Sari, lalu diserahkannya kepada si Mbah.

“Loh, tangan manis donk, sayang. Masa pakai tangan elek begitu !”, si Mbah mulai memberi wejangan.
“Kata mamahku tanganku cantik, dua-duanya”
“Iya, cantik memang, tapi khan tangan kiri itu buat cebok
“Aku nggak pernah cebok kok!”
“Moso sih? Trus kalo pup, masa nggak cebok?”
“Iya soalnya aku dicebokin mamah”

Si mbah terdiam. Melirik tangan kiri Mira yang sedari tadi mendekap tangannya.



17 Comments »

  1. Comment by merahitam

    Selalu aja bikin *mikir*. Dan tulisan ini jadi seperti pisau bermata ganda. Hiks…Mataku jadi berkaca-kaca, membayangkan bagaimana perasaan sang Ibu.

  2. Comment by johan

    mbak dian … ada sastrawan kita yg bilang … kalo tulisan bisa dibuat nggak jelas … kenap harus dibuat jelas ….. heuaheaueha

    maksud dia mungkin, bahwa sebuah tulisan nggak harus selalu menggurui … tapi membiarkan si pembaca bermain-main sendiri dengan imajinya … dan kemudian mengambil saripatinya dari sudut pandangnya sendiri ….

  3. Comment by yoyok

    iyap ! `tul..benar itu..setuju kali aku sama abang nih !

  4. Comment by dhant

    kayaknya gw suka saripati neeh :D
    btw, yg gw tahu kalo punya anak itu anugerah yg luar biasa
    sama seperti punya pendamping hidup….
    Lho, calon ibunya anak-anak gw mana yakzzz….

  5. Comment by dinda

    aduh.
    hobi bgt buat yang beginian ya pak???

  6. Comment by Sephia

    Mas, ini surat cinta pertama mu yang bikin aku baca ampe 5x, bolak-balik, tapi tetep gak punya kemampuan bisa bales surat mu ini.. Cayang sekarang dah tambah gape menulis surat cinta yak?? jadi kapan dong aku bisa dibelai oleh mu? walopun Mas mo membelai aku dengan tangan kiri, aku akan tetap menikmati belaianmu :D

  7. Comment by johan

    Sephia Update donk!!! biasanya tiap ari posting, dikau!!! :( hehehhe

    mbak dinda … kalo skripsi-nya mbak ttg semiotika foto itu pakai referensi dari buku-bukunya roland barthes, saya sebenarnya juga lagi bereksperimen (baca=belajar) dari teorinya barthes ..namun dalam hal teks/tulisan

    dan komen-komen di sini adalah feedback buat saya .. :)

  8. Comment by Ebo

    Wah pertama kali kunjung ke blog ini sudah disuguhkan sebuah cerita yang menyentuh…

  9. Comment by Hedi

    weleh…sangat menyentuh…tapi nggarai mumet Jo :p

  10. Comment by fitri

    “lihatlah lebih dekat, mbah.” :-)

    makasih yo mas, udah bertamu ke rumah baruku. jangan lupa diminum tehnya, dimakan juga kue talamnya. suka kripik singkong-kah? kuambilin dulu yaaa…:D

  11. Comment by Mbilung

    Lho Mbah tangannya yang ndekap mbok diambung :D

  12. Comment by Aji

    Wuahahahaha, cocoknya kau jadi pelawak Jo! *guling-guling*

  13. Comment by mariskova

    “Jarak Surabaya dan Jakarta memang teramat jauh. Butuh waktu dan biaya, untuk sekedar berkunjung.”

    Kan ada tilpun?

  14. Comment by iks

    mbah ga perlu takut kan tadi Mira udah bersihin tangan pake nuvo handclean :D

  15. Comment by Sephia

    Jo, gw lagi kosong bgt, haus bacaan…ayo dunk buruan update yg segerrrrrrrrr :((

  16. Comment by amey

    heheh Ngeyel all the way deh :))

  17. Comment by a9u553t

    hahaha…
    tapi contoh dalam artikel itu tendensius dan cenderung menginterpretasikan falsafah tangan manis dan tangan elek orang jawa secara “dangkal” dan terlalu “eksplisit”…

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

If you want to leave a feedback to this post or to some other user´s comment, simply fill out the form below.

(required)

(required)