Boikot Komen : Memusuhi Kualitas??
Saya paling hobby boikot-boikot-an. Model civil disobidience macam ini memang secara logis masuk akal untuk menumbangkan sebuah sistem angkuh yang kokoh. Tapi untuk urusan boikot komen di beberapa blog - yang kemudian dianugrahi seleb blog - rasa-rasanya sudah salah sasaran. Apakah benar mereka menjadi besar hanya karena jumlah inlink dan komentar yang diraup? Bukankah banjir inlink dan komentar ke blog mereka merupakan reward atas prestasi mereka? Tulisan mereka - yang memang menurut saya - di atas rata-rata?
Kalau benar dugaan saya, seleb blog yang dimaksud di antaranya adalah Enda dan Priyadi. Kasihan mereka. Dimusuhi karena kualitas tulisan mereka yang memang enak dikunyah. Ditolak karena informasi mereka yang fresh. Dijauhi karena daya eksploitasi mereka yang - semoga tidak berlebihan - mengagumkan.
Mereka diboikot karena berkualitas!!
Saya ini sebenarnya termasuk blogger tua. Sudah lama ngeblog. Tahun 2003. Dan saya masih ingat, dulu - sewaktu jumlah blog belum sebanyak sekarang - Enda masih sering blogwalking ke beberapa blog - termasuk ke blog saya. Rajin malah! Cuma jumlah blog sekarang khan sudah ratusan kali lipat, jadi wajar khan seseorang kemudian memilah, membaca dan meninggalkan komen-nya hanya di blog-blog yang merangsangnya untuk berkomentar??
Ya beginilah kalau kita berangkat dari niat yang nggak murni. Ngasih komen karena ingin divisit balik. Jadilah komen kita kadang nggak mutu : pertama! lumayan kedua! Anjrit ke 3 dst. Siapa yang salah? Si pemilik blog atau kita si pemberi komentar??
Saya jadi ingat - dulu - ada seorang yang rajin blogwalking padahal nggak punya blog. Dimana-mana dia selalu meninggalkan komen. Suatu kali saya mengirimnya sebuah email, menanyakan apa sungguh ia tidak punya blog? Kira-kira begini jawabnya : “Saya benar-benar nggak punya blog. Dan saya rajin memberi komentar ke blog-blog semata karena senang membaca dan berdiskusi. Saya tidak punya blog sehingga orang-orang yang saya kunjungi tidak perlu merasa punya tanggungan untuk memberi kunjungan balik”.
Kini ia telah memiliki blog. Mungkin karena didesak oleh banyak teman. Dan blognya kini menuai banyak komen. Bagi saya bukan karena ia rajin blogwalking, tapi karena kualitas tulisannya yang memang kadang membuat mata saya berkaca-kaca.
Tapi, saya terima kasih sekali buat para penggiat gerakan boikot itu. Saya jadi selalu diingatkan untuk terus belajar, mengasah pena (eh keyboard) agar tulisan saya layak dibaca orang. Layak dikomentari … layak dijadikan rujukan (inlink) di blog lain ….


Comment by bebek
ehmm… pro dan kontra… aku sih berusaha menghargai sudut pandang masing2 aja… biarpun aku sendiri punya penilaian juga masalah comment dan blog seleb itu..
Comment by Dewi
waduhhh.. aneh2 aja boikotnya. Kurang kerjaan ah. eniwei.. kemana aja Jo? kok jarang update?
Comment by Hedi
OOT: weleh kemana aja bos baru muncul
begitu muncul ternyata masih up to date terhadap perkembang blog hehehe
Comment by neenoy
gw gak tahu persis, tapi kalo gak salah (gw baca dari beberapa blog),
pernyataan awal ‘gerakan boikot’ itu kan becanda aja, CMIW. yah, mungkin semacam cynical jokes thdp ajakan yang rame sebelumnya
(ajakan untuk menebar komen) atau pendapat bahwa seleb-blog
yang gak pernah ngasih komen itu sombong :). tapi lalu yang terjadi orang-orang pada serius juga nanggapin becandaan itu…
hehehe, ngeblog jaman sekarang lebih seru ya, lengkap dengan gerakan dan intrik-intriknya
btw, jo. gw juga inget tuh si ratna yang rajin keliling kasih komen tapi gak punya blog… hahaha (to atta: piss! :p)
Comment by Priyadi
wah, kalo saya suka diboikot, terutama kalo yang boikot itu yang suka nyepam
tapi sebenernya gerakan boikot ini cuma sarkasme aja karena ada blogger yang nutup blognya gara2 gak pernah dikomen seleb blogâ„¢. http://faniez.net/blog/2006/12/06/komentar-blogger-baru/
Comment by Luthfi
he he, masih ada juga yaaaa ……. postingan ttg ini, kirain udah selesai
Comment by Irwan
Tenang jo.. tenang… cuma Trend Sesaatâ„¢ kok… hehehe…
Sebentar juga ilang…
*btw, long time no see jo…
Comment by Biho
ngguyon dikit tak apalah…
Comment by tukang nggedeblues
lha, ada ya gerakan boikot comment? ck ck ck ck
btw, tulisan ini, jujur, ra ngapusi, membuka pemikiran saya bahwa meninggalkan comment pada sebuah blog janganlah berharap agar blog kita dikunjungi balik. nice, bro …. tapi, awas, kalau dikau gak kunjung balik ke blog-ku …. huakakakakakakakakakaka
Comment by Yenny
Jadi elo ngeboikot blog gw nih, Jo?
Comment by agung
emang jo, membuat tulisan yang enak dibaca benar2 sulit. tulisan di blog enda dan priyadi emang berbobot. jd wajarlah mereka termasuk seleb blog.
tapi blog lo juga termasuk seleb lah….
byak yang komen bro… emang sie ga sebanyak priyadi :d.
Comment by yati
tau deh…kampanye boikot kurang kerjaan. ga urgen banget.
kemana aja mas?
Comment by Aji
biasa lah itu mah, di dunia nyata aja kan begitu, wajar wajar aja
gitu aja koq repot (niru gaya Gus Pur)
ada yang dewasa, ada yang belum dewasa, ada yang legawa ada yang iri hati, ada juga yang merasa cemburu, jadinya ga balik-balik lagi.
ga ada yang rugi kan?
Comment by ShOFa
haduw.. yg kya gt pk boikot sgala..
mending bantu nyari korban pesawat adam air:P
Comment by catur
gue gak suka dikomentarin sama seleb…
mending dikomentarin sama blogger-blogger yang sering berkunjung atau appreciate sama tulisan saya…orang tulisan gue juga kadang-kadang gak mutu, bego aja kalo semua tulisan gue dikomentarin.
saya juga ninggalin komen karena appreciate sama tulisan orang..
kalo mau say hi mah, di Shoutbox aje kali
Comment by siwoer
sayah boikot blog inih soale, ngupdatenya juarang buanget. aku udah termasuk jarang, kamunya malah lebih parah
eh, iya ya…aku br inget, kalo atta itu dulunya suka komen tapi gak punya blog, baru setelah itu dia bikin blog….jadinya inget aku…hehehe
Comment by triadi
la kalo saya nulis ya nulis aja,iseng-iseng nyalurin energi…mo dikasih
comment apa nggak ya ndak majalah…yang legowo aja, wong nulis
tuh gratis kok
Comment by medon
Blog koq berseleb…
Piss…
Comment by kenz
setujuh mas! btw postingan 2007 kok belum ada? lagi sibuk ya…