Blog : Hanya Ajang Perkoncoan?

Apa motivasi Anda membuat blog di luar hobby? Atau pertanyaan fokusnya : apakah yang Anda harapkan dengan blogwalking dimana Anda meninggalkan komen di blog yang Anda kunjungi? Anda sedang membangun komunitas? Jaring perkoncoan? Pertemanan dalam kesamaan ide?

Kalau pertemanan dibaca sebagai ikatan akan kesamaan ide dan pemikiran, menurut saya, blog amat bisa direpresentasikan sebagai hal macam itu. Coba lihat komen-komen yang sering tertinggal di blog Anda masing-masing. Umumnya berupa ungkapan “setuju” atau penegasan akan apa yang kita tulis. Si peninggal komen ingin menyatakan bahwa “saya seide dengan kamu!” Atau ekstremnya : “Saya nggak mau punya musuh!”

Padahal, sebagai sebuah opini, tulisan kita kadang dengan mudah diperdebatkan, ditanggapi secara kritis. Atau setidaknya, mudah menimbulkan perbedaan pendapat.

Namun apa yang umumnya terjadi? Kebanyakan kita cenderung mencari kesamaannya saja ketimbang konfrontasi dalam pemikiran. Perbedaan pendapat riskan menimbulkan “musuh”.
Jadinya ya yang positif-positif sajalah kalau meninggalkan komen !

Saya kadang cuek. Kalau memang tulisannya berbeda dengan isi kepala saya (dan hati juga kali), ya saya tulis apa adanya. Entah, karena hal macam itukah, kemudian ada beberapa pengunjung blog saya yang dulu rajin kasih komen, sekarang sudah hilang. Saya jadi ingat, kalau saya pernah memberi komen konfrontatif di blognya.

Jadi Sodara-sodara, silahken dikonfrontasi tulisan saya ini. Dan saya jamin, Anda akan tetap jadi teman (cyber) saya ….. Dan saya tetap mengunjungi blog Anda, ngasih komen tanda setuju jika memang seide, dan sebaliknya, akan jujur apa adanya kalau memang ada yang ganjel ..



38 Comments »

  1. Comment by Aji

    Bangsat lu Jo!!!
    Gua tunggu lu ntar di perempatan, gua hajar lu ampe ampun-ampunan.
    (BTW, itu konfrontasi bukan yaks?)

    Seriously, in the Net, making friends is as easy as losing ones. Talk is cheap, you can be anything and anybody you like. You can choose friends, leave ones that feel confronted to your thoughts.
    It is the virtuality of the Net that create such culture. Same thing happens in the real world though…

    So, are we an analyzers, bad tempered, defenders, easy going person, ignorants, or sensitive individuals. It reflected in our comments to others.
    A sensitive person shall gone when someone confronted you.
    A sensitive cranckers may do worst actually :)
    An analyzer comparing the statement with his understanding with no tension to confront.
    A bad temper tend to attack statement whenever he feel the injustment (did I write it correctly)
    a defender usually the attacked person trying to hold his thoughts in any way he/she can
    Easy going person will say: Agreed, I’m with you pal! et cetera
    And ignorant will never write a comment (it’s a joke)
    Which friends you prefer. You cannot have all friends in the world, you’ll be surrounded by that alike to yourself…

  2. Comment by Hedi

    sama aja Jo, di cyber atau realitas…tak ada kepentingan absolut…kalo aku blogwalking terus ninggalin komen, ya memang kepingin, satu tujuan pasti adalah sharing ide atau sejenisnya, ga ada maksud lain yang kepikir.

    Kalo aku komen di situ, trus dianggap kawan, kerabat, saudara dsb-nya ya terima kasih banget. Kalo pun enggak, ya gpp, aku tetap akan berkunjung ke sana saat sempat dan ada waktu.

    Kalo ada orang yg kasih komen berseberangan di blog ku, ya tak apa-apa juga. Ini dunia bebas, saling menghargai toh intinya…
    Trus kalo terjadi pertikaian (gara² komen)…temenku pernah bilang, cyber iku dunia driji, mek ngetik tok…ga wani ndok realitas hehehe

  3. Comment by neenoy

    hehehe…
    jo, another test for socio-blogging-behaviour, do what i’ve been doing lately :
    - never reply/ answer any comments on your own blog
    - never give any comment in other person blog
    then you’ll get the same result : losing your commentator ;)

    anyway, the social law of blogging society pretty much the same with the real life :)

  4. Comment by dewi

    Tos dong Jo. *PLOK* Gw jg klo komen apa adanya aja, gak yg manis manis mulu. Klo gw gak sreg yah gw keluarin. hehe..mangkanya banyak juga yg bete ma komen gw, alhasil blog gwpun jadi sepi dari orang orang yg cuman mo ber ha ha hi hi doang. kekekke….

    Gw seh gak masalah mereka gak mo komen kek, gak mo isi SB gw kek, mangnya gw pikirin. Toh gw ngeblog bukan cuman mo dikomentarin. Gw ngeblog karna gw mo berbagi (sharing). Sukur sukur berguna dan menghibur. Klo gak, ya wes. Take it or leave it. :)

    Gw suka postingan lo yg ini. Jujur sekale. ^_^

  5. Comment by fitri

    komunitas itu perlu, mau real mau virtual. komunitas dengan ide yang variatif lebih berwarna dan membuka mata ketimbang yang hanya seide. tetep aja balik-baliknya ke fleksibilitas masing-masing blogger.

    aku setuju sama aji. emang macem2 sih karakter blogger. dan bagus juga tuh dijelasin dengan sangat asyik tentang tipe2nya. kamu kan bagus jo, berkomentar sesuai dengan keyakinan. ya memang seharusnya begitu. tinggal polesannya aja yang kamu pilih: mau santai, mau berang, mau cuek, mau brangasan, mau kayak apa aja, ya itu hak kita. hak kita juga mau tersinggung atau enggak sama para komentator dan lalu milih untuk nggak lagi ngomen disana. (mereka lagi sibuk kali jo :))

    happy blogging ya jo!

  6. Comment by Yenny

    huehehe, kalo elo ama gw gimana dunk, Jo? komennya gak pernah lurus. Kalo gw sih, terserah yang mo komen, mo hujat gw kek, mo muji gw kek, mo gak nyambung kek, cilahkan bebas berpendapat. Yang penting selalu jadi diri sendiri gitu lohhhh :)

  7. Comment by syl'v

    keknya lo ga pnh ninggalin komen konfrontatif di blog gw :p
    tp lbh seru emang kl yg rada2 argumentatif (asal jgn jd berantem aja sih!)

  8. Comment by merahitam

    Sebentar mas, posting ini karena ditinggali para komentator dulu, atau kangen sama suasana debatnya?

  9. Comment by johan

    #mbak dian : bener teorinya Bunda (komen no.3) –> jumlah komentar itu berbanding lurus dengan tingkat keseringan kita blogwalking kayaknya. Nah kalau mau nge-tes apakah blog kita itu punya pembaca setia, ya .. coba deh sekali-kali nggak blogwalking .. trus tetep posting .. masih banyak nggak yang komen? hehehhe. Dan kayak-kayaknya aku memang belum berhasil membuat jaringan pembaca … masih dalam taraf jaringan komunitas biasa … :)

  10. Comment by ario dipoyono

    Menurut gua nih…
    sebagian orang buat blog itu untuk membangun komunitas dan jaringan lewat dunia maya, harapannya tidak lain adalah semakin bertambahnya koneksi tidak hanya di dunia nyata tapi juga di dunia maya.
    Tapi kalau untuk koment itu relatif sih…

  11. Comment by merahitam

    Mas Johan, tidak berkomentar belum tentu tidak membaca loh ya. Aku sendiri nggak bisa sering-sering berkomentar di tempat lain, saking mepetnya waktu untuk online. Secara di kantor tidak disediakan fasilitas internet 24 jam dan hanya online ketika kirim naskah. Itu pun cuma 5-15 menit. Jadi dalam jangka waktu segitu, cuma bisa buka semua blog yang ada di link, dibaca ketika sudah offline. Jadi kapan sempet berkomentarnya? Ke warnet? Hehehehe…24 jam sehari dan 7 hari seminggu, ada di kantor terus!

    (Lah ini malah sempet komentar dan kok malah jadi curhat ya? Hehehehe…:P)

  12. Comment by Irwan

    Terkadang dalam membuat sebuah postingan baru pun, kita masih mikir
    untuk menulis bagaimana (atau malah berhati-hati dalam ‘berkata’),
    jadi niat awalnya kita memang tidak mencari sebuah konfrontasi dengan sipembaca. (atau mungkin mencari persetujuan dengan opini kita).

    emm, baca postingan ini jadi ingat postingan sendiri. :D

  13. Comment by johan

    Aji : Hueaueah … kayaknya kalo elo emang ada dendam pribadi neh sama gw .. heheh

    Yenny : kita memang teman sejatiiiiii :p

    Sylv : ya bukan kamu donk … saya nggak pernah konfrontatif sama cewek :P

    Mbak Dian : iya .. logika saya ngaco ya .. mestinya jaringan pembaca tidak sama dengan jumlah komentar .. heheh .. sorry.. sorry .. saya ralat :) tnx

  14. Comment by yoyok

    ah gue sih emang enak aje baca tulisan lo jo

    ga munafik, malah selangkah lebih progresif gue kira
    radikal non kompromistis

    wek… :p

  15. Comment by catur

    SAYA SETUJU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (apaan sih gak penting banget gue)

    gini bos…. soalnya kecenderungan orang ninggalin komen karena udah agree sama tulisan/opini yang dibuat..
    sah-sah saja kok mau gak sependapat…
    bukannya sampeyan kalo ninggalin pesen selalu apa adanya mas

  16. Comment by siwoer

    SETUJUUUUUUU!!!! :P

  17. Comment by agusset

    blog hanya ajang perkoncoan? ah itu mah hanya perasaannya mang Johan aja… :)

  18. Comment by yati

    giliran gw ya?
    mmm…gimana ya? semua blog yg gw link, wajib gw kunjungi, gw baca, gw komentari. secara ga langsung, emang nyari komunitas kali…tapi bukan alasan itu sampe gw ikut ngomong SETUJU. tergantung topik postingan.
    postingan curhat…gw pasti comment. share ma temen, wajib buat gw.
    kok serius ya..?

  19. Comment by Yenny

    Jo, walopun elo ngerasa belon berhasil bikin jaringan pembaca, tetep produktif dong! Ngeblog bisa ngasah ketajaman elo nulis. Hepi wiken!

  20. Comment by Hadi

    Disebut ajang perkoncoan ya bisa saja kok, buktinya banyak temen2 bisa lebih lengket stlah ngeblog bareng. Kalo ternyata banyak yang cari aman dngan ngasih koment yang datar2 aja, itu juga wajar.

    Ketoknya, memang begtu budanyanya :)

  21. Comment by iks

    tenang aja mas Johan , nanti juga ada komen2 yang bersebrangan. Aku loh pernah sampe ngasih komen pedes trus orangnya ga trima. Serba salah juga, karna kita ga tau isi pikiran orang. Ada orang yg memang gamau isi blognya dikonfortasi, ga pengen didebat. Yah jadi gimana dong…aku ngasih komen yah ngasih aja tapi kalo orang yg dikomenin mpe dimasukin hati repot juga.

    Kayanya mustinya di sidebar ditulis, kalo bersedia dikonfortasi bilang ” Silahkan komentar apa saja “.

    Kalo yang gamau dikomen pedes. Tulis aja ” silahkan komen yang manis-manis saja ”

    huhu

  22. Comment by zam

    gak usah dibaca setuju aja™

  23. Comment by randi

    sekarang nge-blog susah. soalnya satu2-nya koneksi internet yg saya punya cuma Telkomnet (mahal pula).

    oot: untuk WP 2.0.4 perbedaan tampilannya mungkin tidak sedrastis jika upgrade berasal dari 1.5. jadi ngga ketauan mas Johan. tapi sistem nya udah pasti ke update sukses .maka mas johan udah pake sistem baru yang lebih aman.

  24. Comment by yanti

    Ya ya.. soal komen itu kadang lucu ya.
    Blog gw termasuk yg banyak dikomenin. Kadang kelihatan sih kalo komennya itu hanya untuk menjalin silaturahmi, if you know what I mean. Gue hargai kok. Mungkin memang dalam hal ini blog jadi ajang perkoncoan. Tapi gue masih yakin bahwa tetep masih ada yg komen untuk menyanggah :D.

    Btw, gw merhatiin, kalo cerita ttg anak, yg komen banyakan ibu2 juga. Kalo cerita ttg yg lain2, ada non-ibu2 yg komen juga :D.

  25. Comment by aribowo

    kalo gue seeh jujur aja awalnya pengen ikutan ngeblog buat cari tambahan lewat google adsense, tapi ternyata setelah hampir 2 bulan ngeblog niat itu dah mulai hilang soalnya dangkal sekali kalo niat nya cuma buat itu, soalnya dengan ngeblog aku jadi lebih banyak tau akan banyak hal, trus untuk maasah konfrontasi, gue seeh pilih netral aja, semua nya gue anggap temen kok

  26. Comment by cah ayu

    mas Jo,..bagus lho tulisane:berat2 :(..but actually gue banget dah..
    cuman sy gak bisa ngungkapinnya kyk mas Jo bikin. :)

  27. Comment by ida

    maaf emailku koq gak di balas….hiks hiks….

  28. Comment by ShOFa

    karna manusia itu emang unik..

  29. Pingback by gombalkliping » Blog Archive » Ngeblog untuk Silaturahmi? Ndak Masalah

    [...] Pertanyaan Johan Wowor sungguh menohok: apakah blogwalking cuma buat pertemanan, sehingga bloggers cenderung menghindari konfrontasi, hanya memberikan afirmasi? [...]

  30. Comment by zsa zsa

    emang mestinya jujur yah .. disetiap kesempatan biarpun cuma
    di dunia maya.

    komen2 blog tuh kadang dipake sbg ajang untuk bikin lelucon
    which is sah-sah aja sih menurutku. wong yang punya blog and yang baca blog sama2 senyum. yang penting, komen yang terlalu pribadi jangan dipublish, mendingan kirim email aja. selaen lebih private juga
    lebih mengena sekaligus tidak mempermalukan si empunya blog.

    gicu … :mamaknya kalynda (salam kenal oom jo!)

  31. Comment by haley

    Ngapain sih ngeblog?

  32. Comment by haley

  33. Comment by Goio

    ikutan komentar ahhh…

    ernnn, kalo menurutku (aku, bukan kamu, bukan dia, bukan kalian dan bukan mereka), komentar ya isinya adalah opini dari si pemberi komentar… bisa untuk diskusi, sekedar sharing, lelucon atau apapun lah… tapi yang pasti sih bukan untuk diperdebatkan.. jadi bukan untuk kemudian saling memaksakan pendapat sehingga jadi berdebat, tokh di sini bukan untuk menentukan mana yang benar atau salah… karena ini adalah komentar :) … ya seperti saya ini, berkomentar tapi gak jelas maksudnya apa… sekedar absen? sok2 mengakrabkan diri? mencari komunitas? hihihi .. gak juga, wong mampir sini juga baru sekarang hehehe .. maap ya mas Johan, dah ngomen dengan gak pentingnya :D .. permisii….

  34. Comment by irf

    wah, kalo aku sih, mo ninggal komen positif atau negatif. setuju atau tidak, tetep lah kalo ada waktu dan sempat saya kunjungi blog-nya. perkara dia mau nganggap saya musuh, itu urusan dia. saya gak peduli. yang jelas, saya memang gak mau cari musuh. tapi kalo misalnya dimusuhin gara2 komennya gak seide, ya …. nasib.

    kemarin ada comment di blog-ku yang isinya tidak sesuai dengan pikiranku. tapi ya, biarlah…gak papa. risiko karena postingan itu dipublish ke umum, semua orang bisa baca, semua orang bisa kasih komentar, ya monggo.

    orang idup kan punya pikiran sendiri2. ya to?

    terus terang, karena blog pula, saya punya teman2 dari berbagai penjuru. ya, termasuk ente ini, bro !!! tapi jujur juga, saya juga kadang males ngisi comment di sebuah postingan, meski udah saya baca, cuma karena bingung mo komentar apa yak? hehehehehehehh

  35. Comment by MaIDeN

    Angkat topi buat anda.
    Sudah pernah baca topik beginian di blognya para embah dan bapaknya blog ?
    hmmm …
    Sepertinya ini juga termasuk topik yang dihindari oleh para blogger ;)

    Good point, anda totally “68%” benar ;)

  36. Comment by Mela

    perkoncoan??… idem ama perplocoan???… hehehe…
    kalo menurut aku si… kalo ga mau cari temen truss… buat kepuasan diri sendiri?… ato buat eksistensi diri?…kalo bukan buat cari temen apa bedanya coba ngeblog sama buat tulisan di word terus disimpen di hard disk… truss dikasih password… atau pake daun lontar sekalian aja… sama aja kan??? bisa nulis juga hehehe…
    truss… apa gunanya juga ada template-template blogger… buat memperindah blog kan?… biar blog kita enak dikunjungi… sejuk… rindang… nyaman… *halah*
    nah… kalo misalnya niat kita emang buat cari temen… yah kalo ngasih komen walopun ga setuju… kan bisa dikasi dengan cara yang manis-manis (kayak komen aku ini ni… ^_^)… ga perlu dengan pedes-pedes… emang semakin pedes komen semakin diperhatiin ya?…
    yah… paling ngga… hargai dikit aja de… orang yang udah berusaha buat berteman ama kita… ga rugi juga kan berteman ama orang lain…

  37. Comment by Beve

    aku setuju sama postingan ini bukan karena aku ikut2an, tapi topik ini memang pernah muncul dan pernah juga didiskusikan sama seorang teman, and sekarang blogger mulai ada ganknya yah?

    Nice posting, and aku juga setuju sama komen yang ini

    johan
    #9. August 10th, 2006, at 12:21 PM.

    #mbak dian : bener teorinya Bunda (komen no.3) –> jumlah komentar itu berbanding lurus dengan tingkat keseringan kita blogwalking kayaknya. Nah kalau mau nge-tes apakah blog kita itu punya pembaca setia, ya .. coba deh sekali-kali nggak blogwalking .. trus tetep posting .. masih banyak nggak yang komen? hehehhe. Dan kayak-kayaknya aku memang belum berhasil membuat jaringan pembaca … masih dalam taraf jaringan komunitas biasa

  38. Trackback by Not paying payday loans.

    Payday loans charlotte nc….

    Payday loans. Affordable payday loans ottawa. No fax payday loans….

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

If you want to leave a feedback to this post or to some other user´s comment, simply fill out the form below.

(required)

(required)